G E O F O R C E

Mohon Tunggu ...

Tentang Kami

Geoforce Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang geosintetik sebagai material perkuatan tanah dengan produk utama segmental retaining wall, earthwork, geosynthetic dan soil improvement

Konsultasi Proyek

Info Kontak

Berita Terupdate

Beberapa waktu lalu PT Geoforce Indonesia telah berhasil menerima kunjungan dari Mahasiswa dan Bapak/ Ibu Dosen Teknik Sipil Universitas Tadulako. Agenda Kunjungan Kuliah Lapangan ini  merupakan bagian dari mata kuliah Pelaksanaan Konstruski. Agenda kunjungan kuliah lapangan ini  di laksanakan 2 hari pada tanggl  18 dan 19 November 2022. 

Pada hari pertama Para Mahasiswa dan Bapak/ Ibu Dosen mengunjungi Proyek Geoframe Podomoro Golf View Cimanggis,  di lokasi  ini Para Mahasiswa dan Bapak/ Ibu Dosen disambut oleh Direktur HRD & GA  PT. Geoforce Indonesia, yaitu bapak Eko Agung Baskoro. Di proyek Geoframe Podomoro Golf View Cimanggis Team Engineering PT Geoforce Indonesia menjelaskan dengan mendetail mengenai proses pekerjaan pemasangan Geoframe di proyek tersebut. Diantaranya, mulai dari prosedur tahap awal yaitu pekerjaan persiapan seperti pembuatan direksi kit, pembukaan lahan dengan alat berat, proses fabrikasi sesuai dengan gambar dari tim engineer yang tentunya sudah final di lapangan, dan pelaksanaan Stake Out atau Join Survey dengan pihak Main Contractor untuk menentukan Mutual Check (MC0) batas-batas area pekerjaan Geoframe, elevasi, serta menampilkan sekilas tahap konstruksinya. Adapun keunggulan-keunggulan menggunakan sistem Geoframe tak luput dari pemaparan Team Engineering

Pada hari kedua Para Mahasiswa dan Bapak/ Ibu Dosen mengunjungi Proyek PVD dan Geomembrane Podomoro Park Bandung. di lokasi ini  Para Mahasiswa dan Bapak/ Ibu Dosen disambut oleh Direktur Utama  PT. Geoforce Indonesia, yaitu bapak Dandung Sri Harninto. Di proyek PVD dan Geomembrane Podomoro Park Bandung Team Engineering PT Geoforce Indonesia juga menjelaskan dengan mendetail mengenai proses pekerjaan pemasangan PVD dan Geomembrane di proyek tersebut.

Di dua lokasi ini Team Engineering PT Geoforce Indonesia juga memaparkan tentang berbagai poin penting dan tantangan yang memungkinkan terjadi di lapangan serta bagaimana cara menanganinya. “PT Geoforce Indonesia tidak hanya menjual, menyuplai suatu produk geosintetik beserta pekerjaan perbaikan tanahnya tetapi kami turut berupaya memberikan konsultasi dan solusi terkait hal-hal yang dibutuhkan client, seperti bagaimana permasalahan tanahnya? Apa metode yang tepat untuk permasalahan tanah tersebut? dsb.” jelasnya.

Tujuan diadakannya Kunjungan Kuliah Lapangan ini  selain untuk menambah ilmu juga wawasan, para Mahasiswa diajak untuk berpikir kreatif, memiliki pengalaman baru, serta dapat melihat dan mengetahui permasalahan di lapangan secara langsung.

Selengkapnya

Geoforce Segmental Retaining Wall (GSRW) sebagai salah satu alternatif untuk konstruksi dinding penahan tanah pada oprit flyover ini merupakan kombinasi dari aspek teknis (engineering), ekonomi dan seni. Demikian yang dikatakan oleh Direktur Utama PT. Geoforce Indonesia Ir. Dandung Sri Harninto, M.T., sebagai narasumber dalam acara Kuliah Tamu “Metode Konstruksi Perkuatan Tanah” yang diadakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta melalui zoom meeting, Sabtu 7 November 2020. Kuliah tamu ini dihadiri oleh mahasiswa program studi Teknik Sipil serta Prof Agus Setyo Muntohar selaku dosen pengampu mata kuliah Geoteknik.

Selanjutnya, Bapak Dandung menjelaskan keunggulan menggunakan GSRW diantaranya engineer geotek tidak perlu memasang pondasi yang terlalu panjang dan dalam seperti yang diterapkan pada sistem konvensional. Beban timbunan tidak diberatkan di satu titik tumpuan, melainkan disebarkan sehingga beban timbunan cukup merata. Oleh karena itu, penggunaan GSRW dinilai jauh lebih efektif, efisien dan ekonomis karena menggunakan panel yang relatif tipis dan struktur yang lebih ringan. 

Pada kuliah tamu kali ini, beliau juga memaparkan kepada mahasiswa bahwa seorang engineer geotek tidak cukup dengan hanya memahami ilmu geoteknik secara teori, tetapi bagaimana seorang engineer geotek mampu membuat suatu sistem atau metode untuk mengatasi berbagai tantangan yang ditemukan saat proses pekerjaan GSRW. Seperti halnya aktivitas sosial di lokasi pekerjaan sangat tinggi, lahan yang sempit dan sibuk, jadwal pekerjaan ketat, tanah timbunan yang tersedia non-granular, dan percepatan gempa tinggi. Engineer geotek juga diharapkan mampu memahami berbagai jenis kondisi tanah dengan segala karakteristiknya sehingga mampu berpikir kreatif dan inovatif memberikan solusi sistem geoteknik yang sesuai dengan kondisi tanah. Karena kondisi tanah di masing-masing daerah di Indonesia sangat spesifik perbedaannya.

Sebelum kuliah tamu ditutup, moderator berkesempatan membuka sesi tanya jawab antara mahasiswa UMY dengan bapak Dandung dan semua pertanyaan dikupas cukup mendalam oleh bapak Dandung selaku narasumber. Kuliah tamu ditutup dengan closing remark singkat yang disampaikan oleh Prof Agus Setyo Muntohar, beliau berharap para mahasiswa program studi Teknik Sipil UMY mampu memahami filosofi desai konstruksi secara manual sehaingga bisa menumbuhkan engineering feeling. Prof Agus juga beharap kuliah tamu seperti ini dapat berlanjut di lain waktu untuk menyiapkan para insinyur muda sebagai generasi pembangun bangsa.

Selengkapnya

Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia telah mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan yang ke XXIV pada tanggal 10 – 12 Nopember 2020. Pertemuan rutin tahunan kali ini diselenggarakan secara daring di tengah pandemi Covid-19. Tema yang diangkat pada pertemuan ke 24 ini adalah “Geotechnical & Infrastructure Challenge During Global Pandemic”. Acara ini diramaikan oleh beberapa tokoh besar dalam bidang Teknik Tanah, mulai dari Bapak Mentri PUPR Ir. Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D., guru besar UGM Prof. Faisal Fathani, dan tokoh-tokoh lain yang tidak asing di telinga para praktisi geoteknik. Oleh karena itu, meski pun pertemuan Ilmiah ke 24 kali ini hanya diselenggarakan secara daring, namun antusiasme peserta sangatlah besar.

Pada pertemuan tahunan ini Geoforce Indonesia berperan sebagai salah satu platinum sponsor bersama dengan 4 perusahaan lainnya. Geoforce Indonesia diberi kesempatan untuk mengisi dua sesi presentasi. Dua sesi tersebut diisi oleh bapak Abdul Aziz Avicenna, S.T., selaku Direktur Sales, Marketing & Engineering dan bapak Dr. Yustian Heri Suprapto, S.T., M.Sc., selaku Senior Engineering PT. Geoforce Indonesia. Bapak Abdul Aziz bekesempatan untuk mempresentasikan profil perusahaan PT. Geoforce Indonesia serta membahas konsep dan proses dinding penahan tanah geosintetik di sesi pertama presentasi. Sementara itu, di sesi kedua bapak Yustian menjelaskan tentang studi kasus stabilisasi timbunan Rest Area KM 456 ruas jalan Tol Semarang-Solo dengan sistem Geoframe.

 Keunggulan sistem Geoforce Segmental Retaining Wall (GSRW) dan sistem Geoframe sebagai bagian dari solusi dinding penahan tanah juga dikupas tuntas oleh bapak Abdul Aziz. Penggunaan sistem GSRW pada oprit flyover dinilai lebih efektif, efisien dan ekonomis karena menggunakan panel beton yang relatif tipis dan struktur yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan metode konvensional. Disamping itu, sistem Geoframe juga memiliki keunggulan, diantaranya adalah proses pemasangan cepat, harga sangat kompetitif, dan produk sangat fleksibel. Bapak Yustian menambahkan bahwa sistem Geoframe dapat menjadi alternatif stabilisasi timbunan tinggi yang sangat aman apabila didesain sesuai standar. Selain itu, facing Geoframe terbuat dari frame besi galvanis yang nantinya dapat ditanami dengan tanaman merambat sehingga terlihat lebih rapi, indah dan ramah lingkungan.

Selengkapnya

Kamis 5 November 2020, PT Geoforce Indonesia berkesempatan menjadi narasumber di acara Kuliah Tamu Tender and Contract Online Class yang diselenggarakan oleh Universitas Gajah Mada. Pada kesempatan ini bapak Eko Agung Baskoro, SE., AK., CA. selaku direktur HR, GA & HSE PT Geoforce Indonesia membawakan materi dengan tema “Penyiapan Dokumen Tender Konstruksi Spesialis”. Dimoderatori oleh ibu Yashinta Anbya ST. MT., salah satu sales engineering PT Geoforce Indonesia. Kuliah Tamu ini ditujukan untuk para mahasiswa program studi Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil, Departemen Teknik Sipil, Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada dan dihadiri secara keseluruhan oleh 76 mahasiswa. 

Isi materi yang disampaikan oleh bapak Agung Baskoro kepada para mahasiswa diantaranya adalah pengetahuan mengenai pengertian tender, macam-macam dokumen tender dan dokumen penawaran, proses tahapan tender, dan bagaimana cara menyusun dokumen penawaran. Para mahasiswa sangat antusias menyimak materi yang disampaikan oleh bapak Agung Baskoro karena disamping materi yang sangat padat dan jelas, bapak Agung Baskoro juga membagikan beberapa tips dan trik menarik kepada para mahasiswa tentang bagaimana cara mengisi formulir isian kualifikasi, menyiapkan kelengkapan persyaratan dokumen tender, menyusun dokumen harga, dan cara menyampaikan dokumen penawaran dengan baik. 

Sebelum kuliah tamu berakhir, bapak Agung Baskoro membuka sesi tanya jawab dan diskusi bagi mahasiswa yang hadir. Para mahasiswa pun sangat aktif dan bersemangat untuk  mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Setelah menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan mahasiswa, sebagai penutup Bapak Agung Baskoro menyampaikan saran dan motivasi untuk para mahasiswa. Beliau juga mengingatkan beberapa catatan penting yang harus benar-benar diperhatikan mahasiswa, seperti penyusunan kelengkapan dokumen tender harus dipersiapkan dari jauh hari dan jangan memakai sistem kebut semalam (SKS), bacalah dokumen dengan cermat dan teliti, dan pastikan dokumen tender yang dipersiapkan adalah dokumen yang terbaru. 

 

Selengkapnya

Kuliah Tamu yang bertemakan “Metode Pengamanan Pantai Menggunakan Material Geosintetik – Geotube” dilaksakanakan virtual via Zoom pada hari Kamis tanggal 3 Desember 2020. Kuliah Tamu kali ini disampaikan oleh dua narasumber ahli dibidangnya yaitu bapak Yustian Heri Suprapto selaku Geotechnical Engineer serta bapak Multazam selaku Sales Representative di Geoforce Indonesia. Kuliah Tamu ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada para mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya tentang Material Geosintetik Geotube sebagai salah satu solusi alternatif yang digunakan untuk pengamanan pantai.

Pada sesi pertama, bapak Multazam bersempatan memaparkan tentang pengenalan definisi geosintetik, jenis-jenis geosintetik, dan masing-masing kegunaannya. Salah satu diantaranya yang menjadi highlight tema Kuliah Tamu kali ini adalah material geosintetik yang dibentuk menjadi Geotextile Container (Geobag) untuk ukuran kecil atau Geotube untuk ukuran besar yang dapat berfungsi sebagai pelindung pantai. Perlindungan pantai direncanakan untuk melindungi daratan dari pengikisan tanah pada daerah pantai atau abrasi yang disebabkan oleh pergerakan gelombang dan arus laut yang bersifat destruktif. Aplikasi Geotube diantaranya sebagai tanggul penahan untuk pembuangan hasil pengerukan sungai (containment dike), pemecah gelombang di tengah laut (off shore breakwater), atau sebagai core pada sistem breakwater yang menggunakan batu.

Selanjutnya, proses desain pekerjaan Geotube dijelaskan secara mendetail oleh bapak Yustian di sesi kedua. Bapak Yustian menjelaskan beberapa tahapan pekerjaan Geotube yaitu tahap pertama, pengumpulan dan pemeriksaan data lapangan diantaranya seperti gradasi pasir, bathymetri, elevasi LWL, MSL, HWL, serta data arus dan arah angin (wind rose). Tahap kedua, proses desain dengan memperhatikan tensile strengthopening size, dan elongation. Tahap ketiga, pemilihan material Geotube dengan menguji lab pasir isian (Graind Size/Direct Shear Test), dan memilih raw material (Geotube Woven/Non Woven). Bapak Yustian juga memaparkan beberapa opsi desain, opsi analisa, alur desain geotube dan pengaplikasiannya pada kondisi lahan kering, lahan terendam sebagian dan lahan terendam seluruhnya. 

Pada akhir sesi, ibu Yashinta sebagai moderator menambahkan analisa perbandingan antara metode Geotube dengan metode breakwater konvensional. Penggunaan metode Geotube dengan pasir sebagai isiannya dinilai lebih efektif, efisien dan ekonomis dibandingkan dengan metode breakwater konvensional. Hal ini dikarenakan material yang digunakan untuk pengisian geotube relatif murah, mudah didapatkan dalam jumlah besar, stabil, properti engineering dapat diprediksi serta Geotube juga sangat ramah lingkungan. Beberapa catatan penting yang disampaikan oleh bapak Multazam sebelum kuliah tamu ditutup ialah proses sosialisasi yang baik sangat penting dilakukan kepada para nelayan dan penduduk setempat sebelum melaksanakan pekerjaan agar material Geotube dapat terjaga kualitasnya sehingga masa penggunaannya lebih tahan lama.

Selengkapnya

Pada Rabu 2 Desember 2020, Geoforce Indonesia kembali dipercaya untuk turut berkontribusi dalam acara Infrastructure Connect Webinar sebagai salah satu narasumber terpilih yaitu bapak Abdul Aziz Avicenna selaku Direktur Sales dan Engineering PT Geoforce Indonesia. Infrastructure Connect Webinar merupakan salah satu rangkaian kegiatan Indonesia Infrastructure Week yang berisi kegiatan pameran dan konferensi tahunan dengan tuan rumah Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menggunakan inisiatif digital karena pandemi Covid-19. Tema yang diangkat pada webinar kali ini adalah “Inovasi dan Teknologi dalam Pembangunan Infrastruktur Strategis di Indonesia” yang turut diramaikan oleh narasumber lainnya yaitu bapak Drajat Hoedajanto selaku Ketua Umum HAKI (Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia) dan bapak Budi Harto selaku Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) serta bapak Kharis Alfi, Ketua Umum BIM Institute Indonesia sebagai moderator.

Sesi presentasi pertama disampaikan oleh bapak Drajat Hoedajanto. Beliau menjelaskan tentang pengenalan infrastruktur, kebijakan penyelenggaraan konstruksi di Indonesia dan segala tantangannya, serta bagaimana strategi membangun bangsa untuk mencapai negara maju di tahun 2024 dengan segala kemajuan teknologi yang ada. Menurut bapak Drajat Hoedajanto UU Cipta Kerja tahun 2020 secara konsep bisa dijadikan dasar untuk mengejar target, tetapi memerlukan upaya koreksi mental yang luar biasa bagi semua pihak terkait, termasuk dari pihak pemerintah. Di sesi kedua bapak Heru Pramana memaparkan terkait penerapan Building Information Modelling (BIM) di Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera. Proses pekerjaan konstruksi di masa kini sudah banyak dibantu dengan kemajuan alat teknologi yang tinggi, oleh karena itu harapannya tenaga kerja  mempunyai keterampilan lebih untuk menyesuaikan dengan teknologi yang ada.

Selanjutnya, di sesi terakhir bapak Abdul Aziz memaparkan tentang Inovasi Dinding Penahan Tanah dengan Teknologi Geosintetik. Tersedia dua alternatif yaitu Facing Beton Geoforce Segmental Retaining Wall (GSRW) dan Facing Green dengan menggunakan Geoframe. Sistem GSRW dapat digunakan pada oprit flyover dan dinilai lebih efektif, efisien dan ekonomis karena menggunakan panel beton yang relatif tipis dan struktur yang jauh lebih ringan dibandingkan dengan metode konvensional. Disamping itu, Facing Green atau sistem Geoframe juga dapat menjadi alternatif stabilisasi timbunan tinggi yang sangat aman apabila didesain sesuai standar. Facing Geoframe terbuat dari frame besi galvanis yang nantinya dapat ditanami dengan tanaman merambat sehingga terlihat lebih rapi, indah dan ramah lingkungan. Penggunaan sistem Geoframe juga memiliki keunggulan lainya, diantaranya adalah proses pemasangan cepat, harga sangat kompetitif, dan produk sangat fleksibel.

Selengkapnya

Chief Executive Officer (CEO) PT. Geoforce Indonesia bapak Dandung Sri Harninto dipilih menjadi moderator dalam acara Webinar Infrastructure Connect! Digital Series yang diselenggarakan pada tanggal 18 November 2020. Beliau juga sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Konstruksi dan Infrastruktur. Webinar yang mengangkat tema “Komponen Dalam Negeri Sebagai Kunci Penggerak Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Jasa Konstruksi” ini merupakan salah satu rangkaian acara Indonesia Infrastructure WeekKonstruksi Indonesia dan Beton IndonesiaInfrastructure Connect! Digital Series berisi kegiatan pameran dan konferensi tahunan dengan tuan rumah Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menggunakan inisiatif digital karena pandemi Covid-19. Webinar ini mengundang bapak Nicodemus Daud (Direktur Kelembagaan & Sumber Daya Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR), bapak Silmy Karim (Direktur Utama PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk), serta bapak Agung Budi Waskito (Direktur Utama PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk) sebagai narasumber.

Sebagai pengantar, bapak Dandung menuturkan bahwa sektor jasa konstruksi merupakan salah satu sektor jasa yang mengalami dampak cukup parah dari pandemi Covid-19 ini. Banyak kegiatan konstruksi yang tertunda dan anggaran yang direlokasikan. Namun, bapak Basuki Hadimuljono selaku Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa Kementerian PUPR telah menyusun anggaran yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya terutama untuk bidang infrastruktur. Dilanjutkan dengan penjelasan materi oleh bapak Nicodemus Daud terkait penggunaan komponen dalam negeri bagi jasa konstruksi sebagai elemen penggerak menuju pemulihan enkonomi nasional. Beliau juga memaparkan perihal strategi pembangunan infrastruktur PUPR 2020-2024, diantaranya dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM), mengembangkan strategi pembiayaan alternatif, meningkatkan penggunaan material dan peralatan produksi dalam negeri yang memberikan nilai tambah dalam setiap infrastruktur yang terbangun, sehingga dapat mengurangi ketergantungan impor.

Disamping itu, bapak Silmy Karim selaku narasumber kedua menjelaskan tentang kesiapan dan posisi Krakatau Steel dalam Pohon Industri Baja Nasional. Industri Baja adalah dasar pembangunan nasional. Meskipun konsumsi baja di Indonesia jauh lebih rendah pada -68 kg/kapita dibandingkan negara lain, namun diproyeksikan masih bisa bertumbuh pesat. Terakhir, bapak Agung Budi Waskito membahas tentang rencana pengurangan aspal impor di tahun 2021 sebanyak 500.000 ton dengan menafaatkan aspal karet, aspal buton, dan limbah plastik. WIKA berkomiten untuk mengoptimalkan pemakaian produk buatan dalam negeri sehingga dapat meningkatkan ekonomi di dalam negeri. Harapannya kita dapat optimis dalam mewujudkan dan menerapkan penggunaan produk buatan dalam negeri, dengan pengawasan dan evaluasi yang baik untuk mendukung perekonomian Indonesia.

Selengkapnya

PT. Geoforce Indonesia kembali berkesempatan untuk menjadi pemateri pada webinar yang diadakan secara daring oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Pelita Harapan pada hari Kamis 15 April 2021. Pada webinar kali ini PT. Geoforce Indonesia diwakili oleh Nadya Ayu Anindita, S.T. (Geotechnical Engineer) sebagai pemateri serta dihadiri oleh bapak Dandung Sri Harninto, S.T.,M.T. (Direktur Utama) sebagai pemberi sambutan di permulaan acara dan bapak Sadvent Martondang Purba, S.T., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Teknik Sipil UPH. Webinar yang bertemakan ”GROUND IMPROVEMENT (GEOTECHNICAL APPROACH TO OVERCOME THE SCARCITY OF PROPER CONSTRUCTION SITE” ini ditujukan untuk para mahasiswa Program Studi S1 Teknik Sipil Fakultas Sains dan Teknologi UPH dan dihadiri secara keseluruhan oleh 100 peserta. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana transfer ilmu dan pengalaman PT. geoforce Indonesia mengenai metode perbaikan tanah dengan geosintetik sebagai solusi alternatif. 

Dalam sambutannya, bapak Dandung memaparkan sekilas pengalaman PT. Geoforce Indonesia dalam menghadapi beberapa kasus serta tantangan di lapangan dan bagaimana cara penanganannya. Beliau juga memberikan catatan penting kepada para mahasiswa bahwa menekuni ilmu geoteknik artinya kita juga perlu memahami ilmu mekanika tanah. Air di dalam tanah menjadi perhatian besar dalam hal ini, karena sebagian besar permasalahan tanah disebabkan oleh rembesan air yang tidak terkendali. Oleh karena itu, segala kemungkinan risiko yang bisa terjadi di lapangan harus dipertimbangkan dengan matang. 

Selanjutnya, Nadya Ayu sebagai pemateri menyampaikan beberapa pembahasan penting seputar metode perbaikan tanah dengan menggunakan Geosintetik. Diantaranya terdiri dari beberapa materi yaitu dimulai dari Perbaikan Tanah dengan Pendekatan Geoteknik, Macam-macam Tanah dan Karakteristiknya, Dinding Penahan Tanah Geosintetik, Prefabricated Vertical Drain (PVD), serta Pemanfaatan Berbagai Jenis Teknologi Geosintetik Di Indonesia. Geosintetik merupakan berbagai jenis material polimer sintetik yang secara khusus difabrikasi untuk digunakan di dalam aplikasi bidang rekayasa geoteknik, geo-enviromental, hidraulik serta transportasi. Nadya Ayu juga menyampaikan bahwa PT Geoforce tidak hanya menjual atau menyuplai suatu produk geosintetik tetapi juga dengan pekerjaan perbaikan tanahnya. “Geoforce Indonesia juga berupaya memberikan konsultasi dan solusi terkait hal-hal yang dibutuhkan client, seperti bagaimana permasalahan tanahnya? Apa metode yang tepat untuk permasalahan tanah tersebut? dsb.” Jelasnya.

 

 

 

 

Selengkapnya