PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN (PIT) XXV HIMPUNAN AHLI TEKNIK TANAH INDONESIA 2021: GEOSYNTHETIC CLAY LINERS (GCL)
Rabu 10 November 2021, PT Geoforce Indonesia turut hadir dalam Technical Session Acara Silver Anniversary 25th Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXV 2021 Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) yang diselenggarakan secara daring, masih di tengah pandemi Covid-19. Acara ini diramaikan oleh beberapa tokoh besar dalam bidang Teknik Tanah Indonesia, diantaranya yaitu Prof. Widjojo Adi Prakoso (HATTI President), Prof. Dr. Satriyo S. Brodjonegoro, Prof. Agus Setyo Muntohar, dan lain sebagainya. Pada kesempatan kali ini, PT Geoforce Indonesia yang diwakili oleh Dhinta Ayundya N, S.T. selaku Geotechnical Engineer menyampaikan presentasinya mengenai Geosynthetic Clay Liners (GCL).
Dhinta memperkenalkan Geosynthetic Clay Liners (GCL) yang dapat digunakan sebagai material pengganti dari Compacted Clay Liners (CCL) yang biasanya diaplikasikan dengan tebal hitungan meter. Bedanya, GCL merupakan remarkable material, dimana material yang hanya berukuran setebal satu jari kemudian didatangkan dalam gulungan (seperti karpet) dan beberapa minggu kemudian dapat terhidrasi secara natural pada subgrade. Hal tersebut membuat pekerjaan instalasi semakin efisien. GCL adalah material komposit yang difabrikasi dari lapisan lempung bentonite, kemudian digabungkan oleh dua geotekstil pada sisi atas dan bawahnya, atau digabungkan pada geomembrane, atau hanya pada satu lapis geotekstil.
GCL diaplikasikan sebagai lapis dasar, sebagai lapis kedap landfill, penutup landfill, lapis tanggul, dan lapisan pelindung air tanah. Metode pemasangan GCL sangat bergantung pada kinerja pemasangan di lapangan, oleh karena itu diperlukan perhatian khusus pada kontrol pekerjaan mulai dari pengiriman material hingga saat pemasangannya. Dhinta juga memaparkan keunggulan penggunaan GCL sebagai lapisan kedap, diantaranya yaitu proses instalasi yang lebih mudah dan cepat dengan penggunaan alat berat yang minim, Quality Assurance (QA) lebih sederhana karena proses pekerjaan yang juga lebih sederhana, memiliki ketebalan kurang dari 1 cm sehingga menghemat ruang TPA, dapat digunakan pada area lereng bahkan yang sangat curam serta dapat mengatasi differential settlement lebih baik dari pada Compacted Clay Liners (CCL).-